PERSAHABATAN
BERAKHIR TRAGEDI
Created by : ibnu sani marlius
“Tuuutttt.....tuuuuttt...tuuuuuttt”
“tuuuuttt....tuuuutt...tuuuuutt”lebih
kurang seperti itu lah bunyi getaran HP dimeja samping tempat tidurku yang cukup mengganggu. Dengan sangat malas kubuka pelupuk mata yang
kurasakan beratnya mencapai dua ton. Dan ku raih HP untuk segera mematikan alarm yang tadi malam
ku atur. Ku matikan alarm dan akupun melanjutkan petualangan ku dipulau kapuk
kembali. Tak berselang waktu yang lama, adzan subuh pun berkumandang,
menandakan waktu subuh sudah datang. Kumandang adzan subuh nan begitu indah
menyejukkan hati diselingi oleh suara kokokan ayam jantan yang menambah kental
suasana subuh. Dengan segera aku bangun dari tempat tidur, dan berusaha untuk
tidak menghiraukan ajakan setan untuk tidak melaksanakan shalat. Dengan sedikit
terseok seok ku angkat kaki ku untuk melangkah kekamar mandi untuk berwudu.
Brrrrrr... lumayan dingin air pagi ini. Dinginnya air dipagi ini barulah
membangunkanku seutuhnya.
Setelah
berwudu akupun segera menunaikan kewajiban ku untuk shalat subuh. Setelah
menyelesaikan rangkaian ibadah subuh ku, akupun membaringkan tubuh dikasur
sembari mengacak acak isi HP. dan tampa kusadari empuknya kasur membawaaku
kembali kedunia mimpi.
“leoo... leo...!!! bangun, sarapannya
udah siap” sayup sayup suara ibu
terdengar membangunkan ku. Dengan kepala sedikit sakit ku angkat tubuhku dari
tempat tidur dan kulihat jam dinding. Alangkah kagetnya aku saat melihat jarum
jam berada diposisi angka delapan. “hooalaahh,,,
udah telat ini” dengan segera aku berlari kekamar mandi. Dan tiba tiba. “aduuhhh.....sakit” aku menjerit sekuat
kuatnya lantaran aku tergelincir dikamar mandi. Dan pagi itu pantat ku lumayan
sakit setelah menerima terapi kejut dari lantai kamar mandi. Untunglah bagian
tubuh lain tidak ada yang cidera.
Setelah
selesai mandi kukenakan baju seragam SMA ku dengan lengakap. Dan setelah itu aku segera berlari menuruni
tangga dan berpamitan pada ibuu dan ayah. “ma..pa..
leo berangkat sekolah ya.. gak usah sarapan. Udah telat.. hari ini juga ujian
try out” tiba tiba saja adik perempuanku naila menyela “ciiieeee yang rajin. Hari minggu aja mau berangkat kesekolah.. haha” akupun
kebingungan mendengar ocehan naila. “ya
elah nai..kamu gak sekolah apa. Pakek bilang ssekarang minggu lagi. Udah jelas
jelas sekarang senin”. “leo.. kamu
ngigo ya.. adek mu ini betul, hari minggu kok mau ke sekolah” kritik papa.
Akupun terdiam sejenak dan melihat kalender Hp untuk memastikan kebenarannya. “jadi sekarang minggu, bukan senin ??”. “iya
leeooo..” jawab mama. Aku pun
kembali ke kamar ku untuk mengganti seragam sekolah yang melekat ditubuhku.
Pagi hari yang sejuk dengan udara yang segar hari ini menjadi hari sialku.
Setelah
menghabiskan sarapan ku, akupun beralih tongrongan kedepan TV. Hanya satu
tujuan ku. Apa lagi kalau bukan menonton kartun faforit ku dari TK, doraemon.
Akhir pekan yang cukup menyenang kan, sejenak aku melupakan seluruh hiruk pikuk
dan tugas sekolah yang setiap hari selalu menumpuk menunggu untuk dikerjakan.
Tiba tiba saja suara dering HP mengejutkan ku. Akupun menghampiri Hp yang ku letakan diatas meja
tak jauh dari tempatku bermalas malasan menonton TV. “tumben kania nelfon hari minggu gini, ada apa ya ?” fikir ku.
Tanpa fikir panjang lagi segera ku angkat telfon dari kania. “assalamualaikum kania, ada pa ?”. “waalaikumsallam leo. Pergi main
yuk. Bosan ni gak ada kerjaaan dirumah.”
Ujar suara diseberang sana. “main kemana
?”. “ketaman buah yok. Udah lama aku
gak ke sana” ujar kania dengan bersemangat.”iya deh kamu tunggu dirumah kamu ya, aku siap siap dulu”. “ok ok
siip..”jawaab kania dan langsung mematikan telfon. Yaahh... seperti ini lah
kelakuan sahabatku yang satu ini, tak
pernah berubah semenjak kecil. Petakilan, ceplas ceplos. Tapi sifatnya itulah yang sering kali membuatku tersenyum. Bahkan
disaat aku drop sekalipun. Kami memang sudah bersahabat semenjak kami masih TK,
dan kami berharap sampai kami meninggal kelak.
Setelah
bersiap bersiap dan berpamitan kepada ayah dan ibu, akupun segera melaju
kerumah kania menggunakan motor vixion kesayanganku. “assalamualaikum.. kaniaa”sambil mengetok pintu rumah kania. “waalaikumsallam. Masuk aja leo, aku pakek
jilbab dulu” saahut kania dari dalam
kamarnya.akupun masuk dan menunggu kania diruang tamu. Aku agak sedikit
dikejutkan dengan suara mama kania yang keluar dari pintu belakang “eh leo.. udah sampe. Mau pergi kemana ??” tanya
mama kania. “iya tente.. kania ngajakin
ketaman buah di kandi tante”. Jawaab ku dengan nada santai tapi sopan.
Memang keluarga kania sudah ku anggap seperti keluarga ku sendiri, begitupun
kania mengangagap keluarga ku seperti keluargganya sendiri. Persahabatan antara
aku dan kania seolah olah meneruskan persahabatan antara mama ku dan mama kania.
Setelah
berpamitan dengan mama kania, kami pun segera berangkat ketempat tujuan. Cuaca
hari ini sangat bersahabat, sinar matahari pagi menyusup diantara dedaunan
pohon pohon yang sengaja ditanam dikiri kanan jalan. Angin sepoi sepoi pun turut menghiasi pagi itu. Suasaana pagi yang
nyaman makin sempurna saat burung burung saling berkicau bersahut sahutan.
Sesampainya
ditaman buah, aku pun memarkir motor ku
ditempat parkir yang telah disediakan. Dan kami pun segera memasuki areal kebun
buah. Masih belum terlalu banyak pengunjung karena masih pukul 11 tengah hari.
Disana, mata kami dimanjakan dengan
pemandanga hijau nan begitu indah.
berbagai jenis buah buahan ditanam dengan
susunan yang sangat apik. “leo,,
senyuuum” tiba tiba saja kania
langsung berdiri disampingku dengan
mengacungkan tongsis lengkap dengan Hp nya
yang sudah siap untuk memotret. “ahahhaa..
liat ni ekpresimu, lucu..hahah” ujar kania sambil tertawa terbahak bahak. “kania.. hapus itu foto, kalo gak jangan
salahkan aku kalo aku ambil Hp mu” sahut ku
mencoba memperingatkan kania. “hahah
gak mau.. coba aja ambil kalo bisa.. weeekk” kania pun berlari menjauh dari
ku. tiba tiba saja, kaki kania tersaangkut pada akar pohon dan kania pun
terjatuh ke tanah. “aw....sakit..”
teriak kania. “jiiahahahha... rasain....
hahah kan kan, kamu sih main main sama aku. Kualatkan. Hahh” seketika akuu
tertawa melihat kania terjatuh sambil berjalan mendekatinya. “ish ish ish..gak lucu tau.” Ujar kania
sambbil membersihkan celananya dari tanah. “sini
biar aku bantu. Mana yang sakit” akupun memegang lutut kania. “leooooo... itu yang sakit. Jangan
dipegang..” kania menjerit dan memukul tangan ku. “ooo ini toh... sory sory.”jawab ku dengan tampang sok polos. “bantui berdiri” ucap kania sambil mengulurkan tangannya. Akupun
membantu kania untuk berdiri. Dan untungnya kania tak apa apa, hanya lututnya
yang sedikit sakit karena terbentur ke tanah.
Setelah
puas mengelilingi taman buah, kamipun pulang, karena hari sudah siang, dan
kamipun belum shalat zuhur. Akhir pekan kali ini sangat ku nikmati. Dan malam
ini aku langsung tertidur karena kelelahan. Untungnya besok pagi tak ada tugas,
melainkan hanya ujian try out, dan akupun sedaang malas belajar.
Jam
menunjukkan pukul 3 dinihari. Aku terbangun
dengan keringat bercucuran
ditubuhku. Baru saja aku mengalami mimpi
buruk yang amat mengerikan bagi ku. Aku bermimpi, sahabatku kania, meninggal
kaena kecelakaan. Aku terus memikirkan mimpi itu. Sudah ku coba sekuat mungkin
untuk tidak memikirkan mimpi itu, tapi tetap saja mimpi itu hadir dibenakku.
Semakin kuat aku mencoba berhenti memikirkannya, semakin kuat pula mimpi itu
terlihat dalam fikiran ku. Aku cemas, takut dan gelisah. Bagaimana jika mimpi
itu menjadi pertanda buruk. Berbagai pertanyaan hadir dipikiranku. Aku pun
tidak bisa tidur hingga pagi menjelang.
Pagi
ini aku berangkat kesekolah bersama
kania. Dibenakku masih bergelantukan mimpi yang ku alami tadi malam, sehingga
beberapa kali kania memperingatkan ku
karena motor yang ku kendarai nyaris bersenggolan dengan sebuah mobil. “leo, kamu kenapa ??, hati hati
dong bawa motornya. Kamu lagi ada masalah ??”tanya kania sambil
memegang bahu ku. Sejenak aku terdiam,
bingung mau menjawab apa. “he.eh..a aku
gak apa apa kok. Agak ngantuk aja” jawab ku sambil berusaha menyembunyikan
yang sebenrnya ku alami. Walau bagaiman pun, aku tak ingin kania takut, karena mengetahui apa
yang ku alami.
Hari
ini, aku tak henti hentinya memikirkan mimpi ku tadi malam, karena mimpi ini tak pernah ku alamai sebelumnya. Bahkan
aku berkali kali ditegur pengawas karena melamun saat ujian. Untung saja ujian
try out hari ini hanya 1 mata pelajaran. Disaat aku sedang mengemasi buku bukuku kedalam tas,
kania datang menghampiriku. “leo..pergi
main dulu yuk, abis itu baru pulang ke
rumah” ujar kania dengan senyum terukir lebar diwajahnya. Akupun heran, tak
biasanya kania pergi main sepulang sekolah. Biasanya sepulang sekolah ia pasti
pulang kerumah dulu, setelah itu ia baru melanjutkan kegiatannya
diluar rumah. Hal ini semakin menambah
pertanyaan diotak ku. Ada apa ini sebenarnya. Apakah ada hubungannya
sikap kania ini dengan mimpi ku tadi malam. “leoo..
kok diam..ayokk..kita pergi main dulu. Bentar kok. Mau yaa.. plisss”ucap
kania sambil menepuk bahu ku. “eh... iya
iya” jawab ku. Aku beruaha menghalau semua
fikiran buruk yang ada diotak ku. mungkin saja kania ingin mencari
suasana baru dimasa masa terakhir di SMA.
Setelah
puas berjalan jalan kami pun pulang
kerumah. Aku mengantarkan kania pulang kerumahnya. “leo.. mulai besok kamu gak usah jemput aku lagi ya. Kamu sendiri aja
ke sekolahnya.” Ujar kania dengan
tersenyum sambil turun dari motor ku. “emang
kenapa, kan biasanya kita berangkat bareng terus” timpal ku dengan bingung.
“aku udah ada yang jemput soalnya. Eh udah dulu ya, aku mau
masuk dulu. Byee leoo.” Ucap kania sambil melemparkan senyum manisnya.
Dan ia pun berlalu begitu saja. Aku
semakin bingung dengan semua kejadian
hari ini. Karena aku belum shalat zuhur, aku pun bergegas pulang kerumah masih
dengan segenap kebingungan ku.
Malam
ini, kota sawahlunto diguyur hujan, dan aku masih berdiaam diri dikamar sambil
membaca Al Quran untuk menangkan pikiran ku. setelah membaca Al Quran aku
melihat Hp ku, dan ternyata ada 5 panggilan tak terjawab dan 3 sms masuk dari
kania. Aku membuka sms pertama kania. “leo.
Tolong jemput aku, tadi abis magrib aku kerumah
annisa, dan dia gak ada dirumah, dan
aku mau pulang tapi ujan. Gak ada yang bisa aku tumpanginn buat pulang”.
Tulis kania dalam sms pertamanya,
sms kedua kania juga berisi pesan yang sama. Dan betapa kagetnya aku
saat membaca sms ketiga kania. “leo,
kamu gak usah jemput aku, saat kamu baca
sms ini mungkin aku udah ada yang jemput. Maaf aku ngerepotin kamu. Aku sayang
kamu sahabat. Kita akan selalu bersahabat sampai kapan pun” tulis kania
dalam pesannya.
Tak
berselang waktuyang lama, orang tua kania datang kerumah ku mencari kania. Aku
sangat terkejut, karena ternyata kania
belum pulang, tetapi dalam pesannya ia mengatakan sudah ada yang menjemput. “jadi.. kania belum pulang tante??”tanya ku. “belum
leo, dari selepas magrib kania pergi, katanya ingin ke rumah annisa, tapi
sampai sekarang masih belum pulang. Tante khawatir. Karena kania tidak biasanya
keluar malam,” ujar mama kania dengan berurai air mata dan dengan ketakutan
dan kecemasan yang tergambar jelas diwajahnya. Akupun mulai khawatir, dan
fikiranku tidak tenang. Aku takut terjadi apa apa pada kania. “ma.. tante..aku mau pergi keluar, cari
kania, mungkin dia sedang berhenti karena kehujanan dijalan ke rumah annisa.” Ujar
ku sambil mengenakan jaket. “tapi diluar
masih ujan leo, kita tunggu ujannya reda dulu” sahut mama. “gak ma, ujannya gak bakal reda, lagian
kasian kan kania diluar sana kedinginan”. “udah kita cari sekarang aja, pakek
mobil papa.”kata papa menengahi. Akhirnya, aku, ayah, ibu dan kedua
orang tua kania pergi mencari kania. diperjalanan kearah rumah annisa,
kami dikagetkan dengan sesuatu tergletak dipinggir jalan, dan papa pun
mrnghentikan mobilnya. Betapa kagetnya kami, saat benda yang tergeletak ditepi
jalan yang sepi itu terkena cahaya lampu mobil. Ternyata itu adalah seorang
wanita yang berlumur darah tergelatak tak bernyawaa. Suasana pun semakin
mencekam, yang ada dalam pikiran kami sama, berharap itu bukan kania.
Kami
pun turun dari mobil. Hujan masih deras. Segera kami menghampiri wanita itu.
Seorang wanita yang tergeletak ditepi jalan ditengah hujan deras dengan
berlumur darah, karena menjadi korban
tabrak lari. Aku terkejut, dan menangis sekuat kuatnya saat mengetahui
kalau itu adalah kania, sahabat ku dari kecil. Orang yg paling mengerti aku.
Mama kania langsung pingsan tak sadarkankan diri. “kaniiiaaaaaaa.........bangun kaniaaa...” aku berteriak sekuat
kuatnya sambil memeluk jasad sahabat ku yang malang. Semua terasa berubah,
seakan tak kan ada lagi kebahagian yang menghampiri ku. penyesalan datang
bertubi tubi dibenakku. Andai saja aku
mmbaca sms kania lebih awal, pasti ini semua tidak akan terjadi. Tapi kini tak ada lagi
yang bisa diperbuat, kania sudah pergi untuk selama nya. Hujan yang deras,
seakan ikut menangisi kepergian kania yang begitu tragis.
Sekarang
aku hanya bisa berdoa, semoga allah menempatkan
sahabatku ditempat terbaik, dan mengampuni segala kesalahannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar